Skip to main content

Tips Belajar Kamera DSLR

Ini adalah bagian terakhir dari serial Belajar dSLR Untuk Pemula. Pada tiga bagian yang lalu, kita sudah menjelajahi bagian body kamera, informasi pada LCD, serta pengaturan pada tiap-tiap mode preset. Sekarang, kita akan lihat apa yang menjadi bagian paling “menghebohkan” dari kamera dSLR, yaitu lensa.
Salah satu alasan terbesar orang hijrah ke dSLR adalah lensanya yang bisa diganti-ganti sesuai kebutuhan. Fotonela sudah pernah membahas beberapa hal tentang lensa dSLR ini. Artikel-artikel itu adalah tentang:
  • Dasar Ukuran Lensa Kamera
  • Memaksimalkan Manfaat Kit Lens
  • 3 Lensa dSLR Yang Sebaiknya Kamu Punya
  • Jenis-jenis Lensa Dan Kegunaannya dan
  • 10 Masalah Pemula Saat Belajar Menggunakan Lensa dSLR
Kamu bisa coba membaca artikel-artikel diatas sebagai suplemen atau tambahan dari artikel ini.
Lensa, pada dasarnya, adalah serangkaian optik atau kaca yang diatur sedemikian rupa sehingga bisa mengantarkan cahaya menuju sensor kamera. Ada lensa zoom (beberapa ukuran dalam satu lensa, mulai dari jarak paling dekat ke yang paling jauh), lensa fix/prime (satu ukuran saja pada satu lensa), serta lensa-lensa dedicated atau lensa khusus untuk keperluan tertentu seperti macro, wide angle, fisheye, tilt-shift, dan sebagainya.
Kenapa seorang fotografer membutuhkan beberapa lensa yang berbeda?
Karena kemampuan setiap lensa berbeda, dan seorang fotografer akan sampai pada saat dimana ia membutuhkan lensa dengan karakteristik yang berbeda. Misalnya, mereka yang suka memotret benda-benda langit akan membutuhkan lensa tele yang bisa zoom sampai mendekati objek. Mereka yang menggemari portrait akan menyukai lensa dengan bukaan aperture maksimal yang kecil. Mereka yang suka landscape akan memilih lensa ultra wide angle, dan seterusnya
Bagaimana caranya saya tahu lensa apa yang saya butuhkan?
Tentunya berawal dari praktek. Umumnya, lensa pertama yang digunakan pengguna pemula dSLR adalah lensa kit ukuran 18-55mm dengan f/5.6-3.5. Seiring waktu dan penggunaannya, kamu akan mengenali keterbatasan dari lensa ini. Misalnya, bokeh yang kurang maksimal karena bukaan aperture yang tidak terlalu lebar. Atau sulitnya mendapatkan foto candid karena jarak tele-nya yang “hanya” 55mm. Lalu seiring waktu pula kita akan mulai menemukan satu genre yang menjadi favorit kita. Apakah itu macro, landscape, portrait, dan sebagainya. Dari sinilah kamu kemudian akan mencari lensa yang paling cocok dengan kebutuhan, Setelah melalui riset, survey, menbaca referensi kamu pasti bisa menemukan lensa yang paling cocok baik itu secara teknis maupun anggaran.
Kenapa ada lensa yang mahal dan ada yang murah?Banyak variabel yang menentukan harga sebuah lensa. Mulai dari merk sampai kualitas optik. Lensa fix biasanya lebih murah daripada lensa zoom karena rangkaian kaca di dalamnya lebih sederhana. Lensa dedicated akan jauh lebih mahal karena membutuhkan optik khusus untuk mendapatkan efek tertentu. Merk lensa juga menentukan harga. Ini kemudian membuat orang mencari alternatif untuk bisa memasangkan kameranya dengan lensa dari pabrikan lain yang kualitasnya bagus tapi harganya lebih terjangkau. Atau bisa juga digunakan converter yang fungsinya seperti filter tapi bisa menciptakan efek dengan harga jauh lebih murah daripada lensa khusus.
Sekarang, kita akan lihat bagian-bagian umum dari sebuah lensa dSLR. Sebagai contoh, saya pakai lensa fix 50mm:

Pada bagian tubuh lensa, atau pipa, kita bisa menemukan informasi sebuah lensa. Berapa ukuran focal lengthnya (pada gambar diatas, 50mm), berapa bukaan aperture maksimalnya, berapa diameternya, dan pada lensa zoom akan tertera angka-angka untuk menandai perubahan focal length dari jauh ke dekat dan sebaliknya. Juga pada beberapa lensa ada penanda infinity (angka 8 rebah) untuk bukaan aperture minimal yang terkecil
Switch auto fokus/manual fokus bisa digunakan sesuai kebutuhan. Auto untuk kepraktisan, sementara manual menawarkan ketepatan. Kamu bisa baca juga artikel tentang menguasai manual fokus dan situasi apa saja yang cocok untuk mode ini.
Jika lensa dalam keadaan MF (Manual Focus), maka ring fokus di bagian ujung bisa diputar-putar untuk menemukan titik fokus yang tepat dan diinginkan. Jangan sekali-kali memutar ring ini pada keadaan AF karena bisa merusaknya secara permanen.
Demikian artikel terakhir untuk seri belajar dSLR ini. Semoga bermanfaat dan bisa kamu praktekkan :)

Comments

Popular posts from this blog

Perbedaan DX (crop sensor) dan FX (full frame)

Apa sih perbedaan DX (crop sensor) dan FX (full frame)? Kenapa FX lebih mahal? Kenapa lensa DX tidak banyak? Kami yakin banyak pertanyaan seperti ini. Nah seca ra umum berikut ini adalah sedikit penjelasannya Depth of field; pada FX bokeh lebih halus dan blurry dibanding DX Noise; pada FX noise lebih sedikit di ISO tinggi karena ukuran sensor yang lebih besar Ukuran sensor 1.5x lebih besar Varian lensa lebih banyak di FX karena tuntutan kerja para professional. Kapabilitas kamera dan lensa serta teknologi lebih banyak diterapkan untuk kamera FX sehingga otomatis harga lebih mahal. Dynamic range lebih baik di kamera FX (untuk generasi model yang sama) Semoga gambaran umum di atas bisa memberikan sedikit gambaran akan perbedaan kedua tipe kamera DSLR  grin emotikon

Canon EOS 1Dx mk II

Jakarta  - Canon EOS 1Dx mk II hadir menjadi kamera DSLR Canon kasta tertinggi yang dirancang untuk fotografer pro, pewarta olah raga atau siapapun yang memerlukan kamera DSLR tercepat yang pernah ada.  Menjadi penerus dari Canon 1Dx lama, generasi kedua ini lahir kembali dengan desain hampir sama seperti sebelumnya dengan bentuk besar dan ada vertikal grip terpadu. Peningkatan yang dilakukan Canon pada 1Dx mk II ini di antaranya sensor dari 18 MP menjadi 20 MP, layar sentuh dengan hybrid AF, fitur 4K video, GPS dan slot baru CFast card.  Kinerja kamera juga meningkat dari 12 fps menjadi 14 fps, bahkan bisa jadi 16 fps pada mode live view. Buffer kamera ini juga lega, bisa memotret JPG non stop sampai memori penuh, atau bisa sampai 170 foto RAW. Mungkin banyak pihak bertanya mengapa harga kamera ini bisa begitu tinggi? Kalau ditinjau dari sensor dan hasil fotonya memang termasuk bagus, tapi bukan yang luar biasa.  Misalnya kamera ini 'cuma' 20 MP sementara kamera ...